Langsung ke konten utama

Postingan

PRAJNA PARAMITA HRDAYA SUTRA

Download dalam bentuk pdf PRAJNA PARAMITA HRDAYA SUTRA Yang Maha Suci Sang Avalokitesvara sedang membina Samadhi Kebijaksanaan Sejati untuk mencapai pantai seberang (nirvana). Dalam pengamatan batinNya, Beliau melihat dengan jelas, bahwa lima kelompok kegemaran (Panca-Skhanda) itu sebenarnya adalah kosong (Sunyata). Dengan pencapaian meditasiNya ini, maka Sang Avalokitesvara telah terbebas dari segala sumber sengsara dan derita. O, Sariputra, wujud (rupa) tidak bedanya dengan kosong (sunyata), dan kosong (sunyata) juga tidak berbeda dengan wujud (rupa). Maka wujud pada hakekatnya adalah kosong dan kosong adalah wujud. Demikian pula halnya dengan perasaan, pikiran, keinginan, dan kesadaran. Sariputra, kekosongan dari semua benda tidak terlahirkan, tidak termusnahkan, tidak ternoda, tidak bersih, tidak bertambah, ataupun tidak berkurang. Oleh sebab itu, dengan kekosongan maka tiada berwujud, tiada perasaan, pikiran, keinginan dan kesadaran; tiada mata, telinga, hidung, l...

Sutra Maha Karuna Dharani

 Download dalam bentuk pdf Sutra Maha Karuna Dharani Sutra tentang Dharani Kasih Sayang dari Hati Suci yang Maha Agung nan Luas, Sempurna, Tak Terbatas dari Bodhisattva Avalokitesvara Seribu Tangan Seribu Mata. Demikianlah yang telah kudengar. Suatu ketika Sang Buddha Sakyamuni Tathagata berada di gunung Potaraka. Bodhisattva Mahasattva yang banyaknya tak terhitung berkumpul di dalam istana berhiaskan beragam permata, kediaman Avalokitesvara Bodhisattva. Saat itu, Sang Buddha duduk di atas singgasanaNya, bermaksud memberi uraian Dharma tentang mantra yang tak terlupakan. Hadir di sana antara lain Dharani Raja Bodhisattva, Ratna Raja Bodhisattva, Bhaisajya Raja Bodhisattva, Bhaisajya Samudgate Bodhisattva, Avalokitesvara Bodhisattva, Maha Stamaprapta Bodhisattva, Avatamsaka Bodhisattva, Vajragarbha Bodhisattva, Akasagarbha Bodhisattva, Maitreya Bodhisattva, Samanta Bhadra Bodhisattva, Manjusri Bodhisattva, serta Bodhisattva Mahasattva lainnya. Juga hadir para biksu...

Sutra Teratai Jalan Penerangan Avalokitesvara Bodhisattva

Download dalam bentuk pdf Sutra Teratai Jalan Penerangan Avalokitesvara Bodhisattva Pada saat itu Akshayamati Bodhisattva berdiri dari tempat duduknya. Dengan bahu kanannya terbuka dan kedua telapak tangannya beranjali menghadap kepada Buddha sambil berkata: Bhagava, Avalokitesvara Bodhisattva dengan alasan apa disebut Memandang dan Mendengar Suara Duniawi. Buddha berkata pada Akshayamati Bodhisattva, Pria yang baik, jika ada berjuta-juta dan tak terhingga banyaknya makhluk hidup, menderita kesengsaraan dan kerisauan, setelah mendengar tentang Avalokitesvara Bodhisattva, lalu dengan sepenuh hati menyebut namaNya, maka Avalokitesvara Bodhisattva akan segera memandang dan mendengar asal dari suara itu, lalu membebaskan orang tersebut dari penderitaan. Jika ada yang memuliakan nama Avalokitesvara Bodhisattva, walaupun jatuh ke dalam api yang berkobar, api tersebut tidak dapat membakarnya. Karena kekuatan gaib yang menakjubkan dari Bodhisattva. Jika ada orang yang terbawa arus...

SIGALOVADA SUTTA (KHOTBAH UNTUK PERUMAH TANGGA)

Download dalam bentuk pdf Demikianlah yang telah kudengar: Pada suatu hari Sang Bhagava bersemayam di dekat Rajagaha di Veluvana di Kalandakanivapa. Pada waktu itu Sigala yang muda belia, putera seorang kepala keluarga, bangun pagi-pagi sekali, pergi keluar Rajagaha. Dengan rambut dan pakaian basah ia mengangkat tangan yang dirangkap, menyembah berbagai arah bumi dan langit Timur, Selatan, Barat, Utara, Bawah dan Atas. Pada pagi itu Sang Bhagava setelah berkemas pagi-pagi sekali dengan mengenakan jubah dan membawa mangkok memasuki Rajagaha untuk Pindapata. Ketika Beliau melihat Sigala yang muda belia sedang memuja, Beliau bertanya: “Kepada keluarga yang muda belia, mengapa engkau bangun pagi-pagi dan meninggalkan Rajagaha dengan rambut dan pakaian basah, serta memuji berbagai arah bumi dan langit?” “Bhante, ayah hamba ketika mendekati ajalnya, telah berpesan kepada hamba: ‘Ananda yang baik, engkau harus menyembah berbagai arah bumi dan langit’. Demikian Bhante, karena me...

Dhammapada Bab XXVI (XXVI:40. Kisah Devahita, Seorang Brahmana)

Pada suatu kesempatan, Sang Buddha menderita penyakit ringan pada lambung perut dan ia menyuruh Upavana Thera untuk mencari air panas dari Devahita, sang brahmana. Sang brahmana sangat senang karena mempunyai kesempatan yang sangat langka untuk memberikan sesuatu kepada Sang Buddha. Maka sebagai tambahan dari sekedar air panas, ia memberi sirup gula kepada sang thera untuk Sang Buddha. Di vihara, Upavana Thera memberikan air hangat untuk mandi kepada Sang Buddha. Setelah mandi ia memberi Sang Buddha campuran sirup gula dan air hangat. Setelah minum campuran tersebut Beliau segera merasa lega. Sang brahmana kemudian datang dan bertanya kepada Sang Buddha, “Bhante! Pemberian yang dilakukan kepada siapa yang memberikan manfaat terbesar bagi seseorang?” Kepadanya Sang Buddha berkata, “Brahmana! Suatu pemberian yang dilakukan kepada seseorang yang telah meninggalkan semua kejahatan adalah yang paling bermanfaat.” Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 423 berikut: Seseorang yan...